Mendengar
istilah fotografi tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Fotografi
adalah media komunikasi antara fotografer dan dan penikmat foto. Agar suatu
pesan dalam foto bisa tersampaikan dengan baik, maka fotografer harus bisa
mengkomposisikan foto dengan baik. Komposisi dalam suatu fotografi adalah cara
kita untuk menempatkan elemen-elemen visual dalam sebuah foto.
Komposisi dalam dunia fotografi memang agak sulit untuk dipahami, karena
dalam fotografi komposisi adalah sebuah bentuk seni. Di dalam seni tidak ada
benar dan tidak ada yang salah. Yang ada hanya apakah komposisi tersebut dapat
menceritakan maksud dari fotografer dan terlihat menarik atau tidak.
Nah, bagi kalian yang masih pemula,
disarankan untuk terlebih dahulu mempelajari teori dasar komposisi dalam
fotografi. Dalam tulisan kali ini, akan mengulas tentang teori dasar komposisi
dalam fotografi yang bersumber dari buku karangan Enche Tjin yang berjudul
“Fotografi itu Mudah !”.
1. Rule
of Thirds /
Aturan Sepertiga
Bila
membahas tentang komposisi, maka kurang afdol rasanya jika tidak mengulas
tentang Rule of Thirds. Sebuah foto
bisa dibagi dalam 9 bagian. Saat kita melihat sebuah foto, mata kita biasanya
mengarah pada sebuah titik perpotongan antara empat garis, daripada di pusat
atau di tepi foto.
Maka dari itu,
saat membuat foto sebaiknya kita menempatkan elemen terpenting di persimpangan
atau di sepanjang garis imajiner.
2. Ruang
negatif / Negative Space
Dalam dunia
fotografi, ruang negatif sering digambarkan dengan ruang kosong di sekitar
objek utama. Ruang negatif dapat kita manfaatkan secara kreatif. Yaitu dengan
membesarkan ruang negatif, maka setting
akan terlihat lebih jelas. Kita bisa membuat subjek orang atau pohon terlihat
lebih kesepian dan menonjol ketika dikelilingi oleh ruang negatif.
3. Bingkai
dalam Bingkai
Untuk menarik
perhatian orang ke dalam subjek yang dibingkai, maka penggunaan komposisi
bingkai dalam bingkai akan sangat membantu. Beberapa bingkai yang sering
digunakan yaitu jendela, pintu, lubang, dedaunan, dan masih banyak lagi.
Komposisi ini bisa bekerja dengan sangat efektif, ketika bingkai yang dipaki
lebih gelap atau tidak lebih menonjoldari subjek utamanya.
Sumber : http://www.hipwee.com/travel/tips-komposisi-fotografi-yang-bakal-bikin-fotomu-berkualitas-tinggi-kamu-harus-paham-9-hal-ini/
4. Pola
Pola seringkali
menarik secara visual, baik buatan manusia atau buatan alam. Mata kita
cenderung akan tertarik dengan hal-hal yang berulang-ulang dan membentuk irama,
seperti layak nya music. Biasanya pola tidak mudah terlihat oleh mata kita
secara langsung, maka itu kita perlu mengamatinya secara langsung dari berbagai
sudut pandang. Bila kita jeli, maka akan menemukan pola yang menarik. Kunci
dalam foto pola yang bagus adalah dengan mengisolasi pola tersebut dari
lingkungan sekitarnya, sehingga memberikan kesan pola tersebut melampaui batas
foto.
5. Letak
Garis Horizontal
Jika kita
mengambil foto pemandangan, letak garis horizontal di bagian bawah membuat foto
terlihat lebih dramatis dan juga ekspansif. Letak garis horizontal yang berada
tepat di tengah akan membuat foto terlihat seimbang. Tapi jangan terlalu
digunakan secara terus menerus,akan terlihat membosankan. Garis horizontal yang
diletakkan di bagian atas akan meberikan detail subjek lebih jelas dan
memberikan kesan jarak.
Nah,
semoga informasi di atas bermanfaat ya. Selamat mencoba.
Penulis : .Dhi Ajeng Ayu
Penulis : .Dhi Ajeng Ayu





Tidak ada komentar:
Posting Komentar