Selasa, 05 September 2017

Mengenal Komposisi dalam Dunia Fotografi

     Mendengar istilah fotografi tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Fotografi adalah media komunikasi antara fotografer dan dan penikmat foto. Agar suatu pesan dalam foto bisa tersampaikan dengan baik, maka fotografer harus bisa mengkomposisikan foto dengan baik. Komposisi dalam suatu fotografi adalah cara kita untuk menempatkan elemen-elemen visual dalam sebuah foto.
            Komposisi dalam dunia fotografi  memang agak sulit untuk dipahami, karena dalam fotografi komposisi adalah sebuah bentuk seni. Di dalam seni tidak ada benar dan tidak ada yang salah. Yang ada hanya apakah komposisi tersebut dapat menceritakan maksud dari fotografer dan terlihat menarik atau tidak.
            Nah, bagi kalian yang masih pemula, disarankan untuk terlebih dahulu mempelajari teori dasar komposisi dalam fotografi. Dalam tulisan kali ini, akan mengulas tentang teori dasar komposisi dalam fotografi yang bersumber dari buku karangan Enche Tjin yang berjudul “Fotografi itu Mudah !”.

          1. Rule of Thirds / Aturan Sepertiga
Bila membahas tentang komposisi, maka kurang afdol rasanya jika tidak mengulas tentang Rule of Thirds. Sebuah foto bisa dibagi dalam 9 bagian. Saat kita melihat sebuah foto, mata kita biasanya mengarah pada sebuah titik perpotongan antara empat garis, daripada di pusat atau di tepi foto.


Maka dari itu, saat membuat foto sebaiknya kita menempatkan elemen terpenting di persimpangan atau di sepanjang garis imajiner.



          2. Ruang negatif / Negative Space
Dalam dunia fotografi, ruang negatif sering digambarkan dengan ruang kosong di sekitar objek utama. Ruang negatif dapat kita manfaatkan secara kreatif. Yaitu dengan membesarkan ruang negatif, maka setting akan terlihat lebih jelas. Kita bisa membuat subjek orang atau pohon terlihat lebih kesepian dan menonjol ketika dikelilingi oleh ruang negatif.



           3. Bingkai dalam Bingkai
Untuk menarik perhatian orang ke dalam subjek yang dibingkai, maka penggunaan komposisi bingkai dalam bingkai akan sangat membantu. Beberapa bingkai yang sering digunakan yaitu jendela, pintu, lubang, dedaunan, dan masih banyak lagi. Komposisi ini bisa bekerja dengan sangat efektif, ketika bingkai yang dipaki lebih gelap atau tidak lebih menonjoldari subjek utamanya.


Pola seringkali menarik secara visual, baik buatan manusia atau buatan alam. Mata kita cenderung akan tertarik dengan hal-hal yang berulang-ulang dan membentuk irama, seperti layak nya music. Biasanya pola tidak mudah terlihat oleh mata kita secara langsung, maka itu kita perlu mengamatinya secara langsung dari berbagai sudut pandang. Bila kita jeli, maka akan menemukan pola yang menarik. Kunci dalam foto pola yang bagus adalah dengan mengisolasi pola tersebut dari lingkungan sekitarnya, sehingga memberikan kesan pola tersebut melampaui batas foto.




5. Letak Garis Horizontal

Jika kita mengambil foto pemandangan, letak garis horizontal di bagian bawah membuat foto terlihat lebih dramatis dan juga ekspansif. Letak garis horizontal yang berada tepat di tengah akan membuat foto terlihat seimbang. Tapi jangan terlalu digunakan secara terus menerus,akan terlihat membosankan. Garis horizontal yang diletakkan di bagian atas akan meberikan detail subjek lebih jelas dan memberikan kesan jarak.



Nah, semoga informasi di atas bermanfaat ya. Selamat mencoba.

Penulis : .Dhi Ajeng Ayu 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar